Tampilkan postingan dengan label Beasiswa PPDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa PPDS. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2014

Seleksi Administrasi LPDP Beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis



Apa itu seleksi administrasi / seleksi berkas?

Seleksi administrasi/ berkas merupakan tahapan paling awal dalam rangkaian pendaftaran beasiswa LPDP. Seleksi ini berlangsung secara online melalui website resmi dari LPDP, pada intinya, pada tahap ini anda diminta untuk mengisi data diri secara lengkap dan dengan sebenar – benarnya serta mengunggah seluruh dokumen persyaratan yang diminta oleh LPDP. 

Apa saja yang saya persiapkan untuk mengikuti seleksi administrasi ?

  1. Do  : Luangkan waktu anda untuk benar – benar menyimak website LPDP. Usahakan untuk membuka website melalui laptop/ computer. Mengapa? Karena anda akan dapat menggunakan fungsi dalam web secara lebih optimal (misalnya : mengunduh jadwal seleksi dalam format pdf). Don’t : usahakan tidak membuka dari telepon seluler, apabila belum familiar dengan tampilan website anda dapat melewatkan informasi penting.
  2. Do : Perhatikan jadwal seleksi, terutama waktu pendaftaran. Anda dapat segera membuat account apabila waktu pendaftaran sudah dibuka. Don’t : menunda pembuatan account hingga mendekati akhir batas pendaftaran. Hati – hati, technical error sangat rawan terjadi dalam suatu sistem online.
  3. Do : download segala essential document(s) yang berkaitan dengan program beasiswa ini, misalnya: user manual pendaftaran, jadwal seleksi, booklet beasiswa LPDP, dll. Simpan secara rapi dalam suatu folder khusus di laptop/ computer anda. Apabila memungkinkan, ada baiknya untuk anda mengeprint semua dokumen (saya hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari 10 ribu untuk memprint out semua essential documents ini). Setelah itu, luangkan waktu untuk membaca dan memahami. Don’t: hindari untuk tidak menyimpan atau memprint out dokumen, tidak selamanya anda terhubung dengan koneksi internet yang memadai, apabila diperlukan dengan segera tentu anda akan kesulitan kalau harus membuka dan mengunduh ulang file dari website.


Apa saja yang perlu saya perhatikan dalam pembuatan akun?

Pastikan anda mengisi data diri anda dengan benar, pastikan pula bahwa anda memiliki email yang  reachable, yang dapat memberikan notifikasi bila ada pesan masuk atau yang rajin anda check. Dalam pembuatan akun, anda hanya akan diminta untuk mengisi identitas diri awal yang dapat anda edit di kemudian hari. Pastikan akun anda telah teraktivasi dengan cara mencoba log in – log out – log in. Simpan alamat email dan password yang anda gunakan (misalnya supaya mudah dan tidak lupa, password akun disamakan denga password email)


Apa saja yang perlu saya perhatikan dalam pengisian data dalam akun ?

Pertama, anda harus tau apa yang perlu anda isi. Kenali dulu hal – hal apa sajakah yang diminta LPDP untuk anda isi. Anda tidak harus dalam satu waktu mengisi data secara lengkap, apabila anda masih ragu atau tidak tahu (misalnya : lupa akan tanggal masa berlaku sertifikat ACLS) anda bisa melengkapinya di lain waktu. Jangan lupa, anda harus menekan tombol “save” untuk menyimpan data yang sudah anda isi. Anda tidak perlu khawatir, apabila anda tekan tombol “save” anda hanya akan menyimpan tapi belum “mengirimkan” atau “submit” dokumen ke LPDP. Hati –hati jangan sampai anda salah menekan tombol “submit”. Kembali lagi, luangkanlah waktu anda. Jangan mengisi dalam keadaan mepet dengan deadline. Cicil mengisi sedikit demi sedikit, catat hal – hal apa yang masih kurang dan perlu dilengkapi.

Apa saja yang perlu anda perhatikan dalam pengunggahan dokumen ?

Tentu saja anda harus menyiapkan dokumen asli terlebih dahulu. Gunakan scanner yang sebenarnya, bukan dengan kamera smartphone yang lantas anda convert menjadi file PDF. Perlu anda perhatikan, semua dokumen harus diunggah dalam bentuk PDF (kecuali foto dengan format JPG) dengan besar per file tidak melebihi 1 MB.  Apabila anda gaptek dengan ketentuan ini (seperti saya), gunakan jasa professional di rental computer atau warung internet. Dokumentasikan semua persyaratan yang telah anda scan ke dalam satu folder, akan lebih baik lagi kalau anda punya back up scan nya di flashdisk / email anda. Pastikan anda juga punya koneksi internet yang stabil (saya selalu menggunakan jasa warnet dengan fasilitas wifi yang stabil)

Unggah dokumen sesuai dengan yang diminta pada tempat yang disediakan. Contoh : anda harus mengunggah essay “Sukses terbesar dalam hidupku” dalam format entry, bukan scanned document, berbeda dengan “Rencana Studi” yang selain dimasukkan dalam format entry juga harus di scan untuk dilampirkan dalam format PDF.

Anda juga tidak perlu mengupload dokumen yang tidak diminta. Misalnya : meskipun anda punya sertifikat sebanyak 30 buah dari symposium / workshop anda tidak perlu men – scan sertifikat itu lalu mengunggahnya (kecuali apabila diminta). Ingat, perhatikan apa yang diminta.

Saya sudah melakukan itu semua, lalu bagaimana? What’s  next ?

Baca kembali dari awal semua isian dan dokumen yang telah anda unggah. Cari proof reader bila perlu, minta orang lain untuk membaca dan menelitinya. Apabila anda sudah yakin dan mengecek semuanya, silakan untuk memilih tombol “submit”. Dengan demikian dokumen anda akan diunggah secara resmi ke LPDP. Seteh itu, cek status melalui akun dan downloadlah formulir pendaftaran. Arsipkan dengan rapi ke dalam satu folder. Setelah itu, menantilah dan berdoalah.

Sekian beberapa sharing pengalaman saya tentang tips dan trik di seleksi administrasi. Semoga dapat membantu dan bermanfaat. Selamat berjuang. Jangan lupa berdoa untuk memohon ijin dariNya. Sukses untuk kita semua (amin)

Sebentar, kok belum dijelaskan tentang surat rekomendasi, surat pernyataan, dan tiga macam essays yang harus diunggah ? Adakah tips – tips nya? Bisa dijelaskan?

Hehe.. Jawabannya, lihat di postingan saya berikutnya ya J akan saya posting dalam judul terpisah : Tiga Essay(s) + Surat Syarat LPDP – Beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis. Ditunggu ya. Sampai jumpa J

Victory belongs to those who prepared.

Maturnuwun, LPDP !


Akhir September, seorang sejawat saya, mengirimkan pesan broadcast dalam sebuah grup di Whatsapp. Isinya adalah ajakan bagi siapa saja yang berminat untuk mencoba program beasiswa PPDS dari LPDP dengan cara mengakses alamat web : http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikan-dokter-spesialis/ .

Sebuah informasi yang bermanfaat, pikir saya, saya hanya mengcopy alamat email tersebut dan mem – bookmark nya. Beberapa hari berselang, sayapun membuka alamat website di atas, mendownload dokumen dan informasi yang sekiranya penting untuk dibaca. Terbangun niat bahwa saya harus mencoba di pendaftaran gelombang selanjutnya, November 2014.

Bercita – cita menjadi seorang spesialis tidaklah mudah. Faktor yang sering kali menjadi penundaan dalam pengambilan studi lanjutan ini tidak lepas dari faktor pembiayaan. Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit untuk masa studi yang relative panjang (sekitar 4 tahun). Ditambah lagi, selama menempuh masa pendidikan, dapat dikatakan seorang calon dokter spesialis tidak memiliki penghasilan. Dilematis bukan?

Memasuki umur yang dewasa, tentu saja sebagai manusia biasa saya juga ingin mencoba hidup mandiri. Mandiri dalam arti tidak lagi membebani kedua orang tua saya dengan beban financial untuk menempuh pendidikan ini, walaupun, Puji Tuhan kedua orang tua saya selalu berpikir bahwa dana pendidikan ibarat dana investasi. Dikeluarkan sekarang untuk dipanen di masa depan. Tetapi biar bagaimanapun, sebagai anak, timbul niatan untuk tidak lagi membebani orang tua saya dengan biaya tersebut.

Bagaikan gayung yang bersambut, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (apa itu LPDP dapat anda lihat di : http://www.lpdp.depkeu.go.id/profil/sejarah/ ) hadir sebagai solusi atas kegalauan saya tersebut. Fix! Saya daftar periode November 2014!

Dalam rangkaian prosesnya, saya banyak dibantu oleh berbagai pihak. Ungkapan syukur dan terima kasih saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua orang tua yang senantiasa memberikan support : papi Felix Meye dan mami Agus Purwandini, opa Leo Meze, Prof.dr. Yati Soenarto, Ph.D Sp.A(K), dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D Sp.A(K), Asal Wahyuni Erlin Mulyadi, S.Sos, MPH, dr. Erlangga Prasamya, dr. Siti Nashria Rusdhy, rekan rekan seperjuangan di Pediatric Research Office, rekan seperjuangan LPDP periode November 2014, dan sahabat –sahabat saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Atas dukungan dari kalian serta atas ijinNya saya diperbolehkan untuk menjadi salah satu LPDP Awardee.

Akan tetapi, perjuangan belum berakhir sampai di sini. Masih ada seleksi yang tidak kalah pentingnya yang harus saya tempuh di bulan Maret/April 2015 nanti demi memperoleh Letter of Acceptance dalam menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM. Semoga Tuhan kembali menyempurnakan perjuangan saya tersebut,dan mengantar saya untuk dapat meraih cita – cita dengan selamat. Amin.

Dalam blog ini, saya menulis 3 posting tentang rangkaian seleksi LPDP, yang terdiri dari: seleksi administrative, essay dan surat syarat, dan juga tentang leaderless group discussion dan personal interview. Semua ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman pribadi saya dengan harapan akan ada banyak rekan sejawat yang mengikuti jejak saya dan LPDP awardee lainnya.

Marilah, bersama –sama kita membangun Indonesia yang lebih baik. Mari kita memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi kemajuan bangsa ini. Akhir kata, Maturnuwun LPDP yang telah memberikan kepercayaan bagi saya, semoga amanah yang saya terima ini dapat memberikan sumbangan yang lebih bagi kemajuan Ilmu Kesehatan Anak di masa mendatang bagi Indonesia! Amin!

Selamat berjuang rekan – rekan ku!

18 November saya menulis ini di agenda yang ada di kamar kost saya.Hampir setiap hari saya membaca tulisan ini.
Dengan berusaha dan berdoa, saya yakin kita dapat meraih cita -cita dengan selamat. Amin!

30.12.2014

Salam,
Winda Yanuarni Meye
Email : windameye1990@gmail.com, twitter : @windameye, facebook : winda yanuarni meye