Selasa, 30 Desember 2014

Leaderless Group Discussion ( LGD ) dan Sesi Interview LPDP Beasiswa PPDS


Setelah anda lolos dalam seleksi administrative, anda akan menerima email lanjutan yang berisi jadwal dan tempat Leaderless Group Discussion (LGD) dan wawancara. Yang perlu anda perhatikan di sini adalah, pastikan anda mempunyai email yang aktif karena semua informasi detail wawancara akan dikirimkan via email, bukan dicantumkan dalam web. Ada baiknya pula anda membuat grup whatsapp/ bbm dengan teman seperjuangan anda supaya dapat saling mengingatkan satu sama lain. Pengalaman saya dulu, tempat wawancara berubah dua kali. Awalnya di tempat A, lalu berubah B, dan pada akhirnya saya diwawancara di tempat C. Nah, hal semacam inilah yang perlu anda perhatikan dan pantau. Berikut beberapa tips tentang LGD dan wawancara, semoga dapat bermanfaat  dan memberikan gambaran bagi anda J Amin!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebelum LGD + Wawancara


  • Bersyukurlah kepada Tuhan YME karena atas ijinnya anda telah lolos tahapan seleksi administrative J
  • Ada baiknya anda melakukan cek lokasi, kalau bisa anda juga harus cek di ruang mana dan di lantai mana anda akan menjalani LGD dan wawancara.
  • Siapkan kostum terbaik anda. Tentu saja anda harus tampil formal.
    • Untuk laki – laki anda bisa gunakan kemeja / batik dengan bawahan berbahan kain (sebaiknya tidak jeans), dengan sepatu vantovel/ yang sejenis.
    • Untuk perempuan.. hehe.. sepertinya lebih ribet ya.. sama saja sebetulnya, bisa pakai atasan kemeja ditambah blazer/ batik yang dipadupadankan dengan rok/ celana berbahan kain atau bisa juga model terusan atau dress batik, untuk sepatu : gunakan yang formal, saya sendiri pakai wedges pada waktu interview. Dan yang paling penting : anda harus nyaman dengan apa yang anda kenakan. Dan apa yang anda kenakan harus membuat anda tampil lebih percaya diri.
    • Saya sempat diingatkan oleh seorang teman, bagaimana kalau saya di tanya kenapa memilih pakai baju itu? (saya mengenakan batik) Saya lantas berpikir dan menemukan jawaban sbb : 1) karena batik merepresentasikan Indonesia, sebagai generasi muda saya bangga pakai batik. 2) karena baju yang saya kenakan ini adalah baju ibu saya (walopun agak kelonggaran), saya merasa nyaman-tenang-percaya diri dengan pakai baju ini. Hehe tapi ternyata tidak ditanyakan oleh interviewer, tapi ada baiknya anda memikirkan hal ini juga.
  • H minus satu, anda harus beristirahat dengan cukup, jangan begadang, pastikan anda dalam kondisi optimal untuk menjalani LGD dan wawancara. Sangat mungkin anda harus menunggu sepanjang hari untuk diwawancara atau menjalani LGD, sehingga anda perlu membawa stock makanan dan minuman (nanti diberi snack juga sih hehe). Jangan lupa sarapan juga ya.
  • Menata hati dan pikiran. Stay calm. Tetap optimist. Anda akan mengusahakan yang terbaik, jangan lupa meminta campur tangan Tuhan untuk membantu anda. Sampaikan rasa khawatir anda dalam doa, yakinlah, apapun hasilnya, itulah yang terbaik buat anda.

Nah, begitulah kira – kira general tips sebelum LGD dan interview, nah sekarang kita lanjutkan lagi yaaaa…
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Leaderless Group Discussion


Sebagai persiapan, anda perlu rajin membaca koran, paling tidak harus anda mulai semenjak anda tahu bahwa anda lolos seleksi administrasi. Perhatikan berita nasional, terutama issue yang marak diperbincangkan. Sebagai contoh, tema LGD saya adalah soal : UU Minerba, issue Jakarta International School, relokasi ke bandara Halim Perdana Kusuma, dan juga soal pangan. Anda harus belajar bahwa dalam beropini anda harus memiliki dasar teori yang mendukung, tapi apabila memang kepepet, dimana anda sama sekali tidak tahu dengan tema yang dilontarkan kepada anda saat LGD, just use your common sense, it works too!

Sesuai namanya, diskusi dalam LGD should be leaderless. No one lead the discussion. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bicara dan mengemukakan pendapat. Menurut pendapat saya pribadi, dan juga teman teman yang menjalani LGD, titik berat penilaian dalam LGD bukan dari segi content tema yang dibahas. Artinya, tim penilai mungkin tidak terlalu menilai bobot anda dalam berteori, tetapi CARA anda menyampaikan pendapat lah yang lebih penting.

Secara teknis, anda akan dikumpulkan dalam grup beranggotakan 7 – 8 orang, anda akan didudukkan secara melingkar. Anda kemudian diberi suatu potongan artikel (sumber biasanya dari surat kabar) dan juga pertanyaan panduan seputar artikel tersebut, pada waktu itu yang menjadi pertanyaan panduan dalam artikel rencana relokasi bandara Soehat ke Halim Perdana sebagai tema LGD saya adalah : 1)identifikasi masalah 2) solusi nya apa 3) kesimpulannya bagaimana. Anda juga akan menerima kertas kosong untuk corat – coret (jangan lupa bawa bolpen ya). Anda akan diberi waktu selama 5 menit untuk membaca artikel. Setelah itu, diskusi akan dimulai selama 30 menit ke depan.

Dapat anda bayangkan, apabila mau dibagi rata, dalam 30 menit untuk 7- 8 orang berbicara, berarti setiap peserta kurang lebih punya waktu kurang lebih 4-5 menit untuk  bicara bergantian. Tidak banyak kan? Nah tantangan bagi anda, adalah bagaimana anda dapat memberikan kesan atau impressing the judge dalam waktu yang teramat singkat tersebut.

Supaya lebih jelas, berikut saya sampaikna beberapa contoh aplikatif nya :
  • Anda tidak boleh mendominasi. Kecenderungan seseorang yang menguasai tema LGD dia akan mengemukakan pendapat sebanyak banyaknya. Ikuti alur pertanyaannya, saat diminta identifikasi masalah dalam artikel, ya sampaikan permasalahannya saja tidak perlu sampai solusi segala.
  • Sampaikan secara singkat dan jelas, tidak perlu bertele – tele.
  • Jangan memotong orang lain yang belum selesai bicara, tapi juga berikan orang lain kesempatan untuk bicara setelah anda.
  • Jurus kalimat yang saya gunakan waktu akan berpedapat adalah dengan pola : appreciate – state your opinion – give others chance, atau kurang lebihnya sebagai berikut : “Terimakasih atas pendapat saudara A, menurut saya …………………, dari teman teman lain apakah ada yang ingin menambahkan/ berpendapat lain?”
  • Bagaimana apabila anda ingin menyanggah bagaimana? Sampaikan dengan cara yang baik, jangan mengkonfrontasi. Mungkin contohnya begini : “Baik, kalau tadi mungkin saudara A menyampaikan dari sudut pandang X, tetapi ada baiknya pula apabila kita melihat dari sudut pandang Y yaitu …………
  •  Lalu, bagaimana kalau mau add on, atau cuma memberi opini tambahan? Sampaikan begini : “ Saya sependapat dengan pendapat saudara, saya ingin menambahkan bahwa…….. juga sama pentingnya”

Nah,begitulah sekelumit tentang LGD. Jangan lupa tunjukkan body language yang “open” bukan defensive, senyuuuuuum tapi jangan cengegesan. Hehe.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Wawancara

Anda akan berhadapan dengan 3 orang interviewer. Saya sendiri tidak mengenal siapa interviewer saya,tetapi menurut dugaan : 1 interviewer datang dari kalang akademisi (dosen/ pendidik), 1 interviewer (kelihatannya) orang LPDP atau mungkin akademisi juga, dan yang pasti akan selalu ada adalah 1 psikolog. Mereka bertigalah yang akan menilai layak tidaknya anda.Dalam interview ini, anda akan dinilai secara personal, ketiga pasang mata akan menatap anda, melontarkan pertanyaan (yang bisa saja netral, bisa saja bersifat distraktif) yang tujuannya untuk mengenal siapa anda.


Dalam interview anda diberi waktu sekitar 30 – 40 menit, bukan untuk dibantai, tetapi untuk menunjukkan segala potensi dan value yang anda miliki, untuk memberikan alasan bahwa LPDP harus memilih anda.Tunjukkan kualitas anda mulai dari anda melangkahkan kaki ke tempat interview, melangkahlah dengan percaya diri tapi bukan angkuh. Senyum, jabat tangan ketiga interviewer, ucapkan salam, kemudian duduk di depan mereka. Jangan lupa eye contact. Hindari penggunaan kata : eee.. hmmm… errr.. apabila anda sedang buying time buat berpikir, lebih baik anda mengulang pertanyaan dengan menggunakan kalimat jawab. Tidak boleh ada raut keraguan yang tampak.

Pertanyaan seputar interview, menurut saya berdasarkan pada data diri anda dan juga essay yang anda buat. Kalau saya pribadi, ketika interview, topic essay yang paling dititikberatkan adalah rencana studi, disusul peran bagi Indonesia, dan sukses terbesar. Adapun beberapa list pertanyaan yang mungkin ditanyakan antara lain :

  •  Motivasi anda dalam melanjutkan studi, latar belakang mengapa memilih studi
  • Seputar profile anda : prestasi akademis dan non akademis, diminta untuk menceritakan pengalaman organisasi yang berkesan, apa yang anda kerjakan saat ini
  • Seputar rencana studi : menjelaskan rencana studi beserta alasannya, mengapa memilih kampus tujuan,plan jangka panjang setelah lulus à nantinya akan dikaitkan dengan bagaimana peran anda bagi Indonesia. Untuk program PPDS ini sayapun sempat ditanya, apakah saya mau untuk ditempatkan di daerah terpencil nantinya. Saya juga diminta untuk memberikan pendapat tentang Masyarakat Ekonomi Asia 2015 di bidang kesehatan tentang masuknya dokter asing ke Indonesia, saya ditanya : mampukah saya bersaing ? bagaimana saya akan bersaing dengan mereka.
  • Seputar peran bagi Indonesia : apakah anda sudah berperan? Apa peran anda? Sejauh mana anda bermanfaat bagi orang lain, mengapa? Apa yang dapat anda lakukan untuk memajukan Indonesia?
  • Seputar sukses terbesar : saya menuliskan sukses terbesar saya dalam essay sebagai seorang dokter, sehingga saya banyak ditanya “up” and “down” dalam meraih cita – cita ini, tantangan meraih sukses, harapan masa mendatang
  •  Pertanyaan dari psikolog : beliau banyak menanyakan soal keluarga, anda anak keberapa dari berapa bersaudara, kelebihan kekurangan, coping mechanism saat mendapat suatu masalah, moment apa yang paling membahagiakan bagi anda, bertanya pula tentang orang tua : apakah orang tua memperbolehkan apabila saya ditempatkan di daerah terpencil? Oh ya, beliau juga bertanya kehidupan pribadi seperti : sudah berkeluarga? Anaknya berapa? Atau sudah punya calon? Kapan menikah?. Dan sisanya beliau sangat mengamati bagaimana saya menjawab pertanyaan dari interviewer lain
  •  Last but not least, anda mungkin akan ditanya : Seandainya anda gagal mendapat beasiswa dari LPDP, apa yang akan anda lakukan?
Begitulah sekiranya gambaran dari pertanyaan wawancara yang mungkin ditanyakan. Ada suatu pendapat yang saya kurang setuju tentang wawancara. Ada yang berpendapat, kalau menjawab pertanyaan wawancara, yang pendek – pendek saja, sesuai pertanyaan, agar tidak ditanya yang aneh aneh. Saya punya tanggapan berbeda, tidak selalu harus pendek apa yang kita sampaikan, tapi kita harus pandai memberikan guidance bagi para interviewer untuk menanyakan hal yang kita kuasai betul. Sehingga, kendali wawancara ada di kita. Kitalah yang paling mengenal diri kita luar dan dalam, apapun pertanyaan nya, susah mudah, aneh wajar, kita pasti mampu menjawab. Yakinlah itu.  

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah LGD + Wawancara

Kembali bersyukur bahwa anda sudah melampaui tahapan seleksi. Tetap berdoa dan berserah. Yakinlah Tuhan memberikan yang terbaik untuk anda. Kalau memang rejeki, anda pasti dapat. Kalau belum, pasti ada rencana yang lebih baik yang sudah Tuhan sediakan

Demikian yang dapat saya sampaikan. Post ini sekaligus menutup rangkaian posting saya tentang LPDP. Semoga apa yang sampaikan dapat memberikan manfaat bagi teman sejawat saya secara khusus, dan juga para scholarship hunters yang lain.

Sekali lagi semua posting ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam mengikuti seleksi LPDP. Semua bisa saja berubah dari apa yang saya tuliskan, sehingga ini sama sekali bukan jaminan untuk anda. Saya sangat berterimakasih kepada LPDP yang telah mempercayakan kesempatan baik tersebut pada saya. Perjalanan dan perjuangan saya tidak berhenti sampai di sini, saya masih harus mengikuti seleksi PPDS IKA di FK UGM di bulan Maret/April 2015. Semoga Tuhan kembali menyempurnakan usaha saya dengan mengijinkan saya untuk kembali lolos seleksi dan diterima dengan selamat di periode perkuliahan Juli 2015. Marilah kita saling mendoakan satu sama lain. Semoga karuniaNya senantiasa mengiringi perjalan hidup kita. Amin. J


30.12.2014
Winda

Email : windameye1990@gmail.com; Twitter @windameye ; Facebook : Winda Yanuarni Meye

Essay (s) dan Surat Syarat LPDP Beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis



Di dalam dokumen yang perlu diunggah ke website resmi LPDP anda akan diminta untuk menuliskan 3 buah esai dengan topik berbeda, membuat surat pernyataan dan juga melampirkan surat rekomendasi. Berikut beberapa hal yang perlu anda ketahui / perhatikan mengenai dokumen tersebut.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Surat Pernyataan

LPDP telah memberikan contoh bentuk surat pernyataan dalam lampiran PDF berjudul : booklet_beasiswa lpdp (pdf file). Anda akan menemukan contoh surat pernyataan yang berisi 5 point di dalam lampiran ini. Yang perlu diperhatikan : jangan lupa mengganti judul atas dengan Beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis, menempelkan materai Rp.6000, membubuhkan tanda tangan anda di atas materai. Dan yang tidak kalah penting, anda harus menyimpan surat pernyataan ini karena nantinya pada saat verifikasi dokumen surat pernyataan ini akan dikumpulkan ke LPDP.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Surat Rekomendasi

Tentang surat rekomendasi ini, formatnya juga telah dicantumkan dalam booklet_beasiswa lpdp (pdf file). Terdapat identitas pemberi rekomendasi, dan juga identitas anda. Lalu ada pula pertanyaan panduan dalam membuat rekomendasi (ketika saya mendaftar ada 5 pertanyaan + 1 tabel isian). Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan seputar surat rekomendasi antara lain sbb:

  • Siapakah yang berhak memberikan rekomendasi ?
    •  Tentu saja rekomendasi dibuat oleh orang yang mampu menilai performa dan kualitas anda,serta  akan lebih baik lagi apabila yang memberikan rekomendasi adalah yang memiliki expertise di bidang yang linier dengan bidang anda. Contoh : saat mendaftar kemarin, karena tujuan saya adalah program PPDS Ilmu Kesehatan Anak di UGM, saya kemudian meminta rekomendasi dari seorang Profesor dan Guru Besar di bidang Ilmu Kesehatan Anak, FK UGM.
  • Bagaimana format surat rekomendasi?
    • Kalau saya, menyesuaikan format dari LPDP. Setiap pertanyaan panduan dari LPDP disertai jawaban secara langsung di bawah tiap item pertanyaan. Adapula surat rekomendasi milik teman saya yang terdiri dari bentuk paragraf tanpa menyertakan pertanyaan panduan. Yang penting isinya sesuai dengan apa yang diminta oleh LPDP. Surat rekomendasi tersebut diketik dan dibubuhi tanda tangan dari pemberi rekomendasi.
  • Berapa banyak surat rekomendasi yang dibutuhkan?
    • Setahu saya, LPDP tidak menyebutkan jumlah surat rekomendasi yang dibutuhkan. Saya juga hanya mengumpulkan satu buah surat rekomendasi. Lebih baik anda memiliki satu buah surat rekomendasi dari orang – orang yang betul mengenal anda secara baik daripada banyak rekomendasi namun berasal dari orang yang hanya mengenal secara superficial/ permukaan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Tiga Essay (s) LPDP



“Saya bingung harus menulis apa..”, “Saya tidak punya ide..”, “ Saya bingung harus memulai dari mana..”

Sama kok! Kalimat – kalimat di atas lah yang dulu muncul saat saya hendak membuat essay. Proses pembuatan essay memang tidak mudah. Saya butuh dua setengah minggu untuk membuat ketiga essay tersebut. Bahkan ketika hari H minus 15 jam dari batas pengiriman dokumen via website LPDP saya masih memberikan beberapa perubahan dalam essays.

Secara general, proses penulisan tiga essays saya kemarin melalui beberapa tahapan sebagai berikut

  • Saya mulai dengan mencari inspirasi. Darimana inspirasi itu datang? Saya aktif bertanya kepada para LPDP Awardees dan juga mereka yang pernah menerima beasiswa serupa, saya juga mengumpulkan informasi dari blog – blog LPDP awardees tentang contoh dan tips penulisan essay.
  • Mulailah dengan membuat draft untuk ketiga essay. Tulis semua ide anda yang masih melayang – layang. Tuliskan saja, tidak masalah apabila anda menuliskan banyak (lebih dari 500-700 kata). Tulis saja apa yang ada di kepala dan pikiran anda ketika anda diminta untuk membuat rencana studi, sukses terbesar dan peran bagi Indonesia. Mulailah membuat draft untuk topic yang diminta satu demi satu. Anda dapat menuliskannya dalam bentuk paragraf atau hanya berupa point point ide, anda boleh mengetiknya di laptop, telepon genggam, menuliskan di kertas corat coret atau di buku. Terserah anda. Lakukan apa yang membuat anda nyaman. Anda juga bisa membuat jadwal : satu hari satu topic satu draft.
  • Ambil satu persatu draft anda. Reflect it back to the main question. Apakah draft yang sudah anda buat telah menjawab pertanyaan? Berikut saya coba berikan beberapa tips untuk melakukan self assessment terhadap draft anda
    • Perhatikan paragraph pertama / point yang akan anda tuliskan dalam paragraph pertama, apakah nantinya anda  akan menulis essay secara induksi atau deduksi . Dimana anda hendak meletakkan kesimpulan? Hati hati kalau anda meletakkan kesimpulan di belakang, anda harus yakin bahwa pembaca, dalam hal ini tentu saja reviewer akan tertarik membaca paragraph selanjutnya. Jangan sampai sebelum menangkap inti dari essay anda reviewer sudah enggan membacanya.
    • Jangan bertele – tele.  Anda memang harus membuat penjelasan/ uraian akan point – point penting yang ingin anda sampaikan, tetapi jangan sampai malah bertele – tele. Penjelasan dan uraian yang anda buat harus mendukung ide utama / pokok pikiran. Bukannya malah menjadi cerita baru yang tidak memiliki fokus.
    • Sudah runut atau belum? Anda harus menciptakan plot dalam essay anda. Contoh : ketika membuat rencana studi tentu saja anda harus mulai dengan rencana terdekat anda untuk menggunakan beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi yang dikehendaki, bukan malah tiba tiba menceritakan rencana kerja anda setelah lulus nantinya sebagai pembuka essay
    • Follow the rules. Artinya anda harus mengikuti apa yang diminta LPDP. Buat essay sesuai ketentuan yaitu 500-700 kata. Bahas essay anda sesuai dengan topic yang diminta. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, secara tidak sengaja kadang kala saya mixed up dalam membuat essay. Contoh : Ketika menulis rencana studi, tiba tiba saya juga memberikan penekanan bahwa apa yang saya rencanakan ini juga bermanfaat untuk Indonesia (ya, saya jadi mixed up dengan peran saya untuk Indonesia). Hal semacam ini memang sangat mungkin terjadi. Nah, kira – kira boleh atau tidak ya? Menurut saya dan hasil diskusi dengan para scholarship awardee(s) sepertinya boleh – boleh saja karena essay satu dengan yang lain masih saling berkaitan dan memperkuat satu sama lain. Akan tetapi, kembali lagi apa yang anda tuliskan harus sesuai dengan main questionnya. Anda harus  meng high light atau menitikberatkan penjelasan anda sesuai dengan topic essay. Apabila anda sedang menulis rencana studi, fokuslah di rencana studi karena peran bagi Indonesia dapat anda elaborasi kan di topic essay yang lain.
    • Jangan terpaku dengan contoh. Hal ini pernah juga saya alami. Dengan essay seperti ini si A dapat diterima, berarti kalau mau diterima essay saya harus seperti si A. Munggkin hal tersebut pernah terpikir oleh anda. Menurut saya, tentu saja hal semacam itu tidak tepat. Percayalah dengan kemampuan anda menulis. Anda yang paling mengenal diri anda. Anda tahu kapasitas anda, anda tahu kelebihan dan kekurangan anda, anda tahu potensi apa yang terdapat dalam diri anda. Ya, hanya anda sendirilah yang paling memahami diri anda. Perlu diingat, essay ini juga akan menjadi bahan saat anda wawancara nantinya. Jadi anda benar – benar harus yakin dengan apa yang anda tulis.
    • Tunjukkan bahwa anda layak. Setiap essay yang anda tulis harus “menjual”, harus semakin meyakinkan bahwa “Saya layak mendapat beasiswa LPDP”, harus mampu menegaskan bahwa “LPDP tidak punya alasan untuk tidak menerima saya, they have to choose me no matter what.!”. Anda harus meng – iklankan diri anda sebaik mungkin. Anda harus dapat memperkenalkan diri anda, passion anda, kualitas anda, potensi anda dalam tiga essay secara sinergi dan terintegritas. Anda harus mampu menampilkan hal tersebut dalam essay anda.
Untuk lebih mudahnya, berikut saya berikan outline apa yang menurut saya perlu ada dalam essay yang anda tuliskan. Sekali lagi outline ini saya tulis atas pendapat pribadi saya semata. Tujuan saya menuliskan ini juga semata – mata hanya untuk memberikan gambaran untuk anda. Anda sama sekali tidak wajib untuk mencantumkan hal – hal ini dalam essay anda. Bagaimana anda mengemas essay; itu adalah hak anda. Remember, everybody is unique. Saya unik, anda juga unik. Feel free to explore you uniqueness !

Essay 1 : Rencana Studi

  • Latar belakang dan alasan mengapa anda memilih studi inidapat didukung dengan data statistic, misal : jumlah dokter spesialis anak yang masih sedikit (sebutkan rasio nya))
  • sampaikan mengapa anda really want this (apakah karena linier dengan bidang studi anda sebelumnya, nilai manfaat apabila anda melanjutkan studi
  • tunjukkan bahwa anda memang highly passionate di bidang ini
  • Rencana Studi secara detail
    • persempit scope anda, sekarang mulailah menjelaskan kenapa anda harus melanjutkan studi di tempat A (apakah karena itu almamater anda, atau karena program studi nya, karena telah terakreditasi, karena kualitasinya)
    • jabarkan masa studi secara detail, garis besar kegiatan apa yang anda lakukan dalam masa studi, apabila perlu : sampaikan rencana thesis/ disertasi apa yang akan anda tulis beserta dengan alasannya
    • yakinkan reviewer bahwa dengan masa studi yang telah ditetapkan tersebut anda dapat lulus tepat waktu
    • be futuristic. Anda memang harus menitikberatkan pada rencana studi lanjutan jangka dekat, akan tetapi tidak ada salahnya apabila anda menambahkan rencana studi anda setelah itu. Sampaikan dalam bentuk timeline (misalnya : 15 tahun dari sekarang saya akan…….; atau dapat pula anda sampaikan dalam bentuk tabel)
    • sebagai penutup sampaikan bahwa pada akhirnya apa yang ada dalam rencana studi anda ini juga disertai dengan harapan yang tinggi untuk memberian kontribusi bagi Indonesia.

Essay 2 : Peranku bagi Indonesia

Ada beberapa kategori peran yang mungkin anda tulis yaitu tentang peran yang telah anda lakukan, peran yang sedang anda lakukan, dan peran anda di masa depan. Saya lebih suka menitikberatan pada peran yang telah saya lakukan dan sedang lakukan. Mengapa? Karena peran itu nyata. Apabila anda menulis dalam bentuk future, berarti anda hanya berandai andai, dengan kata lain : anda belum berperan bagi Indonesia.

Dalam menulis essay saya juga membagi peranan saya dalam bentuk beberapa kategori / bidang, misalnya karena saya seorang dokter, saya sampaikan peran saya sebagai seorang klinisi (saya bercerita bahwa saya pernah menjadi dokter di puskesmas dan juga rumah sakit kepolisian) dan beberapa bidang yang menurut saya relevan (misalnya : pengalaman mengajar dan pengalaman penelitian).

Anda tidak harus memiliki peranan yang besar, meskipun kecil, tetap saja dapat andas sampaikan. Sampaikan bahwa memang belum berperan banyak bagi Indonesia , tetapi anda menyimpan keinginan besar untuk berperan.

Essay 3 : Sukses terbesar dalam hidupku

Saya menafsiran pertanyaan dalam essay ini sebagai satu hal tunggal yaitu sukses yang palliiiiiiing besar dalam hidup saya saat ini. Saya menuliskan sukses terbesar saya sebagai seorang dokter. Kemudian saya elaborasikan dan visualisasikan ke pembaca bagaiaman sukses sebagai dokter ini sungguh saya rasakan (contoh : dengan menjadi dokter saya mendapat kesempatan untuk melayani banyak orang). Mungkin anda balik bertaya, “bagaiamana kalau sukses yang saya rasakan ada banyak?”. Jawabannya sederhana, kembalilah ke pertanyaan essay yang meminta anda untuk menulis sukses TERbesar dalam hidup anda.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf saya tida dapat menyampaikan contoh essay saya dalam blog ini. Bukan apa – apa, karena saya tidak ingin membatasi pikiran anda. Come on, you can do more, you can do better than me, better than anyone else!

Untuk tips tentang interview LPDP, dapat anda lihat dalam post saya selanjutnya :)



Senin, 29 Desember 2014

Seleksi Administrasi LPDP Beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis



Apa itu seleksi administrasi / seleksi berkas?

Seleksi administrasi/ berkas merupakan tahapan paling awal dalam rangkaian pendaftaran beasiswa LPDP. Seleksi ini berlangsung secara online melalui website resmi dari LPDP, pada intinya, pada tahap ini anda diminta untuk mengisi data diri secara lengkap dan dengan sebenar – benarnya serta mengunggah seluruh dokumen persyaratan yang diminta oleh LPDP. 

Apa saja yang saya persiapkan untuk mengikuti seleksi administrasi ?

  1. Do  : Luangkan waktu anda untuk benar – benar menyimak website LPDP. Usahakan untuk membuka website melalui laptop/ computer. Mengapa? Karena anda akan dapat menggunakan fungsi dalam web secara lebih optimal (misalnya : mengunduh jadwal seleksi dalam format pdf). Don’t : usahakan tidak membuka dari telepon seluler, apabila belum familiar dengan tampilan website anda dapat melewatkan informasi penting.
  2. Do : Perhatikan jadwal seleksi, terutama waktu pendaftaran. Anda dapat segera membuat account apabila waktu pendaftaran sudah dibuka. Don’t : menunda pembuatan account hingga mendekati akhir batas pendaftaran. Hati – hati, technical error sangat rawan terjadi dalam suatu sistem online.
  3. Do : download segala essential document(s) yang berkaitan dengan program beasiswa ini, misalnya: user manual pendaftaran, jadwal seleksi, booklet beasiswa LPDP, dll. Simpan secara rapi dalam suatu folder khusus di laptop/ computer anda. Apabila memungkinkan, ada baiknya untuk anda mengeprint semua dokumen (saya hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari 10 ribu untuk memprint out semua essential documents ini). Setelah itu, luangkan waktu untuk membaca dan memahami. Don’t: hindari untuk tidak menyimpan atau memprint out dokumen, tidak selamanya anda terhubung dengan koneksi internet yang memadai, apabila diperlukan dengan segera tentu anda akan kesulitan kalau harus membuka dan mengunduh ulang file dari website.


Apa saja yang perlu saya perhatikan dalam pembuatan akun?

Pastikan anda mengisi data diri anda dengan benar, pastikan pula bahwa anda memiliki email yang  reachable, yang dapat memberikan notifikasi bila ada pesan masuk atau yang rajin anda check. Dalam pembuatan akun, anda hanya akan diminta untuk mengisi identitas diri awal yang dapat anda edit di kemudian hari. Pastikan akun anda telah teraktivasi dengan cara mencoba log in – log out – log in. Simpan alamat email dan password yang anda gunakan (misalnya supaya mudah dan tidak lupa, password akun disamakan denga password email)


Apa saja yang perlu saya perhatikan dalam pengisian data dalam akun ?

Pertama, anda harus tau apa yang perlu anda isi. Kenali dulu hal – hal apa sajakah yang diminta LPDP untuk anda isi. Anda tidak harus dalam satu waktu mengisi data secara lengkap, apabila anda masih ragu atau tidak tahu (misalnya : lupa akan tanggal masa berlaku sertifikat ACLS) anda bisa melengkapinya di lain waktu. Jangan lupa, anda harus menekan tombol “save” untuk menyimpan data yang sudah anda isi. Anda tidak perlu khawatir, apabila anda tekan tombol “save” anda hanya akan menyimpan tapi belum “mengirimkan” atau “submit” dokumen ke LPDP. Hati –hati jangan sampai anda salah menekan tombol “submit”. Kembali lagi, luangkanlah waktu anda. Jangan mengisi dalam keadaan mepet dengan deadline. Cicil mengisi sedikit demi sedikit, catat hal – hal apa yang masih kurang dan perlu dilengkapi.

Apa saja yang perlu anda perhatikan dalam pengunggahan dokumen ?

Tentu saja anda harus menyiapkan dokumen asli terlebih dahulu. Gunakan scanner yang sebenarnya, bukan dengan kamera smartphone yang lantas anda convert menjadi file PDF. Perlu anda perhatikan, semua dokumen harus diunggah dalam bentuk PDF (kecuali foto dengan format JPG) dengan besar per file tidak melebihi 1 MB.  Apabila anda gaptek dengan ketentuan ini (seperti saya), gunakan jasa professional di rental computer atau warung internet. Dokumentasikan semua persyaratan yang telah anda scan ke dalam satu folder, akan lebih baik lagi kalau anda punya back up scan nya di flashdisk / email anda. Pastikan anda juga punya koneksi internet yang stabil (saya selalu menggunakan jasa warnet dengan fasilitas wifi yang stabil)

Unggah dokumen sesuai dengan yang diminta pada tempat yang disediakan. Contoh : anda harus mengunggah essay “Sukses terbesar dalam hidupku” dalam format entry, bukan scanned document, berbeda dengan “Rencana Studi” yang selain dimasukkan dalam format entry juga harus di scan untuk dilampirkan dalam format PDF.

Anda juga tidak perlu mengupload dokumen yang tidak diminta. Misalnya : meskipun anda punya sertifikat sebanyak 30 buah dari symposium / workshop anda tidak perlu men – scan sertifikat itu lalu mengunggahnya (kecuali apabila diminta). Ingat, perhatikan apa yang diminta.

Saya sudah melakukan itu semua, lalu bagaimana? What’s  next ?

Baca kembali dari awal semua isian dan dokumen yang telah anda unggah. Cari proof reader bila perlu, minta orang lain untuk membaca dan menelitinya. Apabila anda sudah yakin dan mengecek semuanya, silakan untuk memilih tombol “submit”. Dengan demikian dokumen anda akan diunggah secara resmi ke LPDP. Seteh itu, cek status melalui akun dan downloadlah formulir pendaftaran. Arsipkan dengan rapi ke dalam satu folder. Setelah itu, menantilah dan berdoalah.

Sekian beberapa sharing pengalaman saya tentang tips dan trik di seleksi administrasi. Semoga dapat membantu dan bermanfaat. Selamat berjuang. Jangan lupa berdoa untuk memohon ijin dariNya. Sukses untuk kita semua (amin)

Sebentar, kok belum dijelaskan tentang surat rekomendasi, surat pernyataan, dan tiga macam essays yang harus diunggah ? Adakah tips – tips nya? Bisa dijelaskan?

Hehe.. Jawabannya, lihat di postingan saya berikutnya ya J akan saya posting dalam judul terpisah : Tiga Essay(s) + Surat Syarat LPDP – Beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis. Ditunggu ya. Sampai jumpa J

Victory belongs to those who prepared.

Maturnuwun, LPDP !


Akhir September, seorang sejawat saya, mengirimkan pesan broadcast dalam sebuah grup di Whatsapp. Isinya adalah ajakan bagi siapa saja yang berminat untuk mencoba program beasiswa PPDS dari LPDP dengan cara mengakses alamat web : http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-pendidikan-dokter-spesialis/ .

Sebuah informasi yang bermanfaat, pikir saya, saya hanya mengcopy alamat email tersebut dan mem – bookmark nya. Beberapa hari berselang, sayapun membuka alamat website di atas, mendownload dokumen dan informasi yang sekiranya penting untuk dibaca. Terbangun niat bahwa saya harus mencoba di pendaftaran gelombang selanjutnya, November 2014.

Bercita – cita menjadi seorang spesialis tidaklah mudah. Faktor yang sering kali menjadi penundaan dalam pengambilan studi lanjutan ini tidak lepas dari faktor pembiayaan. Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit untuk masa studi yang relative panjang (sekitar 4 tahun). Ditambah lagi, selama menempuh masa pendidikan, dapat dikatakan seorang calon dokter spesialis tidak memiliki penghasilan. Dilematis bukan?

Memasuki umur yang dewasa, tentu saja sebagai manusia biasa saya juga ingin mencoba hidup mandiri. Mandiri dalam arti tidak lagi membebani kedua orang tua saya dengan beban financial untuk menempuh pendidikan ini, walaupun, Puji Tuhan kedua orang tua saya selalu berpikir bahwa dana pendidikan ibarat dana investasi. Dikeluarkan sekarang untuk dipanen di masa depan. Tetapi biar bagaimanapun, sebagai anak, timbul niatan untuk tidak lagi membebani orang tua saya dengan biaya tersebut.

Bagaikan gayung yang bersambut, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (apa itu LPDP dapat anda lihat di : http://www.lpdp.depkeu.go.id/profil/sejarah/ ) hadir sebagai solusi atas kegalauan saya tersebut. Fix! Saya daftar periode November 2014!

Dalam rangkaian prosesnya, saya banyak dibantu oleh berbagai pihak. Ungkapan syukur dan terima kasih saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua orang tua yang senantiasa memberikan support : papi Felix Meye dan mami Agus Purwandini, opa Leo Meze, Prof.dr. Yati Soenarto, Ph.D Sp.A(K), dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D Sp.A(K), Asal Wahyuni Erlin Mulyadi, S.Sos, MPH, dr. Erlangga Prasamya, dr. Siti Nashria Rusdhy, rekan rekan seperjuangan di Pediatric Research Office, rekan seperjuangan LPDP periode November 2014, dan sahabat –sahabat saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Atas dukungan dari kalian serta atas ijinNya saya diperbolehkan untuk menjadi salah satu LPDP Awardee.

Akan tetapi, perjuangan belum berakhir sampai di sini. Masih ada seleksi yang tidak kalah pentingnya yang harus saya tempuh di bulan Maret/April 2015 nanti demi memperoleh Letter of Acceptance dalam menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM. Semoga Tuhan kembali menyempurnakan perjuangan saya tersebut,dan mengantar saya untuk dapat meraih cita – cita dengan selamat. Amin.

Dalam blog ini, saya menulis 3 posting tentang rangkaian seleksi LPDP, yang terdiri dari: seleksi administrative, essay dan surat syarat, dan juga tentang leaderless group discussion dan personal interview. Semua ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman pribadi saya dengan harapan akan ada banyak rekan sejawat yang mengikuti jejak saya dan LPDP awardee lainnya.

Marilah, bersama –sama kita membangun Indonesia yang lebih baik. Mari kita memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi kemajuan bangsa ini. Akhir kata, Maturnuwun LPDP yang telah memberikan kepercayaan bagi saya, semoga amanah yang saya terima ini dapat memberikan sumbangan yang lebih bagi kemajuan Ilmu Kesehatan Anak di masa mendatang bagi Indonesia! Amin!

Selamat berjuang rekan – rekan ku!

18 November saya menulis ini di agenda yang ada di kamar kost saya.Hampir setiap hari saya membaca tulisan ini.
Dengan berusaha dan berdoa, saya yakin kita dapat meraih cita -cita dengan selamat. Amin!

30.12.2014

Salam,
Winda Yanuarni Meye
Email : windameye1990@gmail.com, twitter : @windameye, facebook : winda yanuarni meye

Selasa, 21 Mei 2013

Luasnya Dimensi Ilmu Kedokteran



Sudah sekian lama saya tidak menulis blog. hehe, my fault, my bad. Ya, tidak terasa saya sudah selesai koas. sudah selesai UKDI juga, dan saat ini saya masih menunggu pengumuman, menunggu pelatikan, dan menunggu magang. Semoga segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik dan lancar.. amiiin... :) Nah, di sela hari - hari 'nganggur' itupun saya mencoba kembali aktif menulis blog. Dan, saya tidak menyangka, ternyata ada satu posting, yang tersangkut di folder "draft". Posting ini saya tulis sekitar 2 tahun lalu, tepatnya sebelum saya koas. Sebenarnya saya ingin membagikan posting yang baru, namun tidak ada salahnya saya menambah satu entry posting lama yang satu ini. Jujur saja, posting ini bagaikan hadiah untuk saya, lewat 'saya dua tahun lalu' saya seakan mendapat energi baru. Energi yang selalu mengingatkan saya untuk berjuang berjuang dan berjuang. 

"Menjadi dokter bukan perkara dapat gelar lalu tersenyum lebar. Menjadi dokter adalah hutang kemanusiaan; panggilan; serta pengabdian..."
Maka sengaja saya biarkan posting lama ini apa adanya, tidak saya edit lagi. ini pure posting dua tahun lalu yang tersangkut di draft, sumonggo :) 

Minggu lalu, saya mengantar adik saya untuk potong rambut di salon langganan dekat rumah. Seperti biasa, layaknya seorang kakak yang menemani adik, saya hanya duduk di kursi tunggu, melempar pandangan sekenanya ke apapun objek yang melintas di hadapan saya. Tidak berselang berapa lama, seorang anak kecil yang merupakan cucu dari pemilik salon mendekati saya. Saya tersenyum balik ke arahnya, di luar dugaan, anak kecil ini malah menempel ke saya, wah, dia suka berada di dekat saya.



Dalam atmosphere itu saya mengajak anak kecil berumur  2 tahunan itu untuk bermain, mulai mengajaknya duduk, menjabat tangannya, sekaligus melontarkan pertanyaan klise seperti menanyakan siapa namanya yang memang hanya dibalas dengan lontaran senyum tulus ala anak kecil. Agaknya kesibukan si anak yang berada di dekat saya menarik perhatian ibunya, ibunya pun datang mendekati si anak dan juga mendekati saya, dan bersiap untuk mengajak saya berbincang.

Sudah lulus? Pertanyaan itu yang spontan terlontar dari bibirnya. Maklum bukan Cuma sekali dua kali saya datang ke salon itu, si ibu juga sudah tau bahwa saya sekolah di fakultas kedokteran UGM. Saya pun tersenyum menjelaskan bahwa saat ini saya sedang menunggu wisuda dan koass. Obrolan kami pun merambat lebih jauh.

Awalnya dia hanya semacam berkonsultasi mengenai kesehatan buah hatinya, lambat laun, obrolan pun bergulir. Saya tidak tahu, apa ini namanya, apakah curhat colongan atau sedang ngrasani, saya juga bingung. Intinya, dia menyebutkan nama seorang dokter anak di kawasan tempat tinggal kami, oh wajar, begitulah dokter, dari mulut ke mulut ceritanya cepat menyebar. Mungkin dia berpikir bahwa saya mengenal si dokter itu, saya hanya tersenyum, menjelaskan bahwa kendati saya seorang mahasiswa kedokteran, tidak semua dokter saya kenal. Kemudian dia mendeskripsikan lebih jauh, sampai akhirnya saya mengenali di mana tempat praktik si dokter itu, oya, saya tahu, sepertinya saya pernah lewat.

Awalnya, dia menyanjung si dokter, mengatakan bahwa banyak sekali pasien yang antri, biaya pemeriksaannya juga relatif lebih murah dibandingkan dokter yang lain. Pada saat itu saya sempat membatin, mudah – mudahan kelak kalau saya jadi dokter citra saya di mata masyarakat juga seperti itu baiknya. Tapi lamunan saya itu menguap cepat setelah si ibu melanjutkan ceritanya. Waktu itu, si ibu sedang hamil anak kedua, sudah mendekati waktu perkiraan lahir, perutnya mulai mules- mules tidak karuan, lucunya, si anak pertama, juga ikut merasakan sakit perut, si anak  pertama yang waktu itu berumur 3 tahunan menangis rewel bukan kepalang, karena panik, si ibu membawa anak pertamanya yang sakit itu ke dokter anak tadi.


Dan satu hal yang sangat mengejutkan, setelah anamnesis sebelum pemeriksaan fisik, si dokter menarik kesimpulan bahwa si anak sakit tipus, selanjutnya si dokter langsung meminta si anak untuk diopname. Si ibu kontan protes, belum ada pemeriksaan laboratorium pada saat itu, bagaimana bisa vonisnya langsung keluar? Si ibu tidak berani melawan, hanya manggut-manggut, lalu pamit. Sederhana. Si ibu pun mencari dokter lain.

Dokter lain itu memiliki opini tersendiri mengenai kondisi si anak. Pada waktu itu, si dokter lain menjelaskan ke ibu, “Bu, ini memang sulit dipercaya, tapi percayakah ibu bahwa anak ibu ini sakit karena adiknya mau lahir? Bu, saya ini seorang bapak, dulu waktu istri saya mau melahirkan saya juga ikutan mulas bu. Saya tidak punya dasar medis untuk menjelaskan hal ini. Ini anak ibu saya kasih obat, obatnya bikin ngantuk, supaya anak ibu bisa tidur pulas dan istirahat. Percaya sama saya, begitu ibu melahirkan, anak ibu juga pasti sembuh.”

Tadaaaa! Dan benar saja, setelah si ibu melahirkan anak kedua dengan selamat, si anak pertama kini sembuh sehat sentosa.  Setelah ibu selesai bercerita, saya pun hanya bisa terdiam. Antara percaya dan tidak percaya. Betapa luasnya dimensi ilmu kedokteran. Seorang dokter tidak hanya cukup berpijak pada textbook, pada jurnal – jurnal scientifik, tetapi juga perlu berpijak pada hal – hal yang sulit dijelaskan dengan logika berpikir, akuilah ada kekuatan yang lebih  maha, kekuatan Sang Pencipta yang tidak akan pernah bisa kita jangkau dengan akal pikiran ilmu pengetahuan.

Saya hanya bisa bersyukur pada Tuhan akan sapaanNya yang luar biasa untuk saya. Pertama saya diingatkan, bahwa menjadi seorang dokter perlu super hati – hati dalam menyimpulkan suatu diagnosis, jangan terlalu cepat dan juga jangan terlambat. Dan satu poin lagi, dokter itu bukan dewa atau dewi penyembuh, dokter hanyalah mediator, perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong mereka yang sakit.
 Itulah, posting saya dua tahun lalu. Bahkan ketika membuat entry ini saya masih tertegun, "Pernah ya saya membuat posting begini?". Satu pembelajaran buat saya. Dimensi ilmu kedokteran itu amat sangat luas. Pendekatan dari segi medis mutlak harus dilakukan, prioritas nomor wahid malahan; namun ada hal mendasar yang lebih penting; pendekatan secara holistik yang mencakup aspek medis - non medis; jiwa - raga juga harus menjadi prioritas :)


"Human is a living creature. They have their own perspectives. It is not just apparently disease; i remind. It is called as illness. And illness may be defined as one package of diseases and human perspectives."
- Winda -

Pertolongan Pertama Kasus Kegawatdaruratan Rumah Tangga


Definisi
  • Gawat = jika tidak ditolong dapat mengancam nyawa, 
  • darurat = membutuhkan penanganan dengan segera.

Tujuan Penanganan Pertama pada Kasus Kegawatdaruratan
  • Menyelamatkan nyawa korban
  •  Meringankan penderitaan
  •  Mempertahankan daya tahan korban sampai pertolongan lebih baik diberikan
  •  Mencegah bahaya lanjut akibat kejadian gawat darurat

Sikap Umum dalam menangani kasus gawat darurat
  •  Tetap tenang dan tidak panik
  • Meminta orang lain untuk mencari pertolongan
  • Lakukan penilaian kondisi korban dengan segera
  • Lakukan pertolongan

Kasus Kegawat Daruratan yang sering terjadi :

Tersedak
  • Bahaya pada kasus tersedak : sumbatan pada jalan napas -> otak tidak mendapatkan cukup oksigen -> penurunan kesadaran -> kematian sel otak (4-5 menit setelah kejadian) -> kematian
  • Penanganan:
    • Heimlich Manuever  

Luka lecet/ sobek/ iris kecil
  • Bersihkan luka dengan air yang bersih, usahakan dengan air yang mengalir (bukan air rendaman) kemudian dikeringkan dengan kain/ handuk/ lap yang bersih
  • Beri obat merah/ betadine
  • Tutup dengan kassa atau plaster


Luka sobek luas dan dalam yang menimbulkan pendarahan hebat
  • Lakukan pembebatan pada bagian di atas luka dengan kain
  • Apabila luka terjadi di bagian yang tidak mungkin dibebat (wajah) lakukan penekanan dengan kain bersih di atas luka.
  • Kemudian segera bawa ke Puskesmas/ Rumah Sakit untuk dilakukan pembersihan dengan obat dan penjahitan

Luka Tusuk paku berkarat
  • Bahaya utama -> dapat terjadi tetanus
  • Penanganan awal : mencuci luka dengan air bersih, dapat diberi obat merah, harus ada penanganan lanjutan dengan dibawa ke Puskesmas/Rumah Sakit untuk diberi suntikan anti tetanus,
     
Luka Tusuk pisau/ batang kayu
  •  Jangan dilakukan pencabutan paksa, alasan : berpotensi untuk menimbulkan pendarahan lebih banyak dan luka sekunder.
  • Tindakan yang dapat dilakukan : pertahankan supaya posisi tusukan tidak berubah/ bertambah dalam, segera bawa pasien ke Puskesmas / Rumah Sakit
Luka gigitan ular
  • Lakukan pembebatan / pengikatan di atas luka (diperdebatkan)
  •  Posisikan luka gigit selalu lebih rendah dari jantung untuk mencegah penyebarannya
Luka memar
  •  Berikan kompres dengan air dingin, luka memar yang tidak parah akan sembuh sendiri dalam waktu 5 – 7 hari, penyembuhan luka memar ditandai dengan perubahan warna. 
Luka bakar
  • Cuci dengan air bersih, apabila muncul lepuhan jangan coba memecah lepuhan, oleskan salep bioplacenton

Pingsan

  •  Pingsan terjadi akibat kurangnya kiriman oksigen ke otak secara sesaat dan tiba – tiba
  •  Bahaya pingsan : salah penilaian
  • Pertama kali dilakukan : cek nadi dan napas, kalau hanya pingsan, nadi dan napas pasti ada
  • Penanganan
    • Baringkan pasien
    • Kendorkan baju/ jaket/ ikat pinggang, berikan kipasan
    • Posisikan kaki lebih tinggi 
    • Beri rangsangan bau yang kuat seperti minyak kayu putih/ balsem/ alkohol supaya pasien bangun.

Kecelakaan / jatuh/ patah tulang
  • Prinsip umum : jangan sampai memperparah keadaan, terutama pada saat memindahkan pasien.
  • Hal yang paling sering terjadi saat terjadi kecelakaan adalah patah tulang pada tangan/ kaki.
  • Tanda patah tulang :
    • Nyeri hebat
    • Perubahan bentuk
    • Luka terbuka/ tertutup
    • Perubahan pada warna kulit
  • Penanganan
    • Pertahankan posisi bagian yang patah, bisa dengan menggunakan kayu / papan.
    • Hati – hati dalam memindahkan pasien, terutama apabila bagian kepala dan leher yang mengalami cidera. Jangan sekali – kali menekuk kepala korban.